20 November 2020

Mengenal Azure SQL

Sebelumnya kita telah mengenal SQL Server yang di install di mesin kita sendiri, atau istilahnya On-Promise. Selain SQL Server yang dapat kita install di mesin kita sendiri, Microsoft juga menyediakan beberapa produk SQL Server lain yang bisa kita gunakan tanpa perlu menginstall di mesin kita sendiri, Azure SQL. Kalau tidak perlu kita install bagaimana cara kerjanya? Dalam tulisan ini kita akan berkenalan dengan produk tersebut.

Azure SQL diklaim oleh microsoft sebagai keluarga SQL Server yang aman, cerdas dan dapat dikelola dengan baik. Azure SQL menggunakan mesin SQL Server yang sama dengan SQL Server yang kita kenali sebelumnya, bagi yang belum baca silakan baca ini terlebih dahulu.

Azure SQL merupakan layanan mesin SQL Server yang disediakan di komputasi awan. Microsoft memiliki layanan komputasi awan yang diberi nama Azure. Microsof merupakan salah satu pemain komputasi awan dunia selain Google, Amazon, Alibaba dan beberapa pemain nasional seperti telkomsigma, indonesianCloud dan lainnya.

Di era 4.0 sekarang ini data yang semakin besar mendorong transformasi digital semakin bergantung pada kemampuan kita untuk mengelola data dalam jumlah besar dan memanfaatkan potensinya. Dimanapun kita menyimpan dan mengolah data baik di lokal ataupun di cloud data harus tersedia setiap saat kapanpun dibutuhkan. Pengembang yang membangun aplikasi atau bisnis yang fokus pada pemanfaatan data sering kali disibukan oleh urusan-urusan perawatan dan infrasturktur. Mulai dari platform yang tidak kompatibel, keamanan data yang tidak memadai, sumber daya yang tidak mencukupi, dan performa yang rendah atau lemot. Sumberdaya yang digunakan untuk mengurus infrastruktur dan perawatan tentunya akan lebih optimal jika di gunakan untuk penggalian data sehingga lebih bernilai, atau setidaknya bisa mengurangi penggunaan biaya.

Untuk mengatasi masalah itulah layanan komputasi awan muncul. Kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk berinovasi dan lebih sedikit waktu untuk menambal bug, memperbarui versi terbaru, dan melakukan backup database kita. Azure diklaim sebagai satu-satunya cloud dengan SQL evergreen yang secara otomatis menerapkan pembaruan dan patch terbaru sehingga database kita selalu terbarui — sehingga kita tidak lagi dipusingkan dengan update bug pada sql server. Bahkan tugas kompleks seperti pengaturan performa, tingkat ketersediaan tinggi, recovery dari kerusakan, dan backup data dilakukan secara otomatis, sehingga kita bisa fokus pada proses bisnis.

    Pertimbangan Pemilihan Azure SQL
  • Biaya
  • Ketika kita mmilih menggunakan Azure SQL, kita sudah tidak perlu lagi di pusingkan rumitnya perhitungan biaya infrastruktur dan lisensi. Kita cukup membayar sesuai dengan penggunaan sumberdaya yang kita gunakan. Bandingkan dengan kita memiliki infrasturktur sendiri, mulai dari harga server yang ratusan juta hingga lisensi yang sampai jutaan. Belum lagi dengan perawatan dan penggunaan listrik. Tentu dengan begini kita bisa lebih hemat.
  • Administrasi
  • Yang dimaksud administrasi disini adalah administrasi server tentunya. Kita tidak perlu lagi melakukan pengadministrasian sistem yang rumit. Namun kita tetap masih punya pilihan untuk menentukan skala administrasi yang dapat kita gunakan. Apakah cukup di level data base atau sampai level instance.
  • Service Level Agreement (SLA)
  • Berapa kali pemadaman listrik di tempat kita? atau kelebihan beban sehingga "anjlok"? atau buat kita start up apakah kita punya ruang dan infrastruktur untuk instalasi server? Apakah kita yakin bahwa server kita tetap menyala selama di cient membutuhkan? di Cloud Azure SQL menjanjikan 99.99% sistemnya dapat di akses. Toleransi server tidak sapat di akses hanya 8,64 detik, atau total 53 menit dalam satu tahu. Angka yang mungkin sulit bagi kita untuk memenuhinya bahkan di kantor kita sekalipun.
  • Kemudahan melakukan migrasi
  • Azure SQL pada Virtual Machine tidak sama dengan sql yang ada pada lingkungan kita, oleh karenanya melakukan migrasi dari server kita ke azure tidak terlalu rumit, sama seperti ketika kita memindahkan dari satu server ke server lainnya, namun demikian bebeapa hal mungkin tetap harus dilakukan seperti konfigurasi user, security dan lain-lain.


Jenis-jenis Azure SQL

  1. SQL Server Virutal Machine
  2. Merupakan mesin virtual yang sepenuhnya dalam kendali kita, kita seperti memiliki mesin sendiri namun disimpan di data center micorosft sehingga kita tidak perlu lagi memikirkan sumberdaya dan infrastruktur seperti listrik, pengamanan dan lainnya. Kita fokus pada optimasi manfaat mesin tersebut. Dalam standar indusri layanan ini termasuk dalam kategori Infrastructure as a service (IaaS).

    Layanan ini cocok jika kita memerlukan akses sampai pada level Sistem Operasi dan tentu saja kendali penuh pada SQL Server Instance. Dengan model virtual machine kita bisa dengan mudah dan cepat memindahkan sistem dari on-promise ke cloud tanpa banyak perubahan. Bahkan kita bisa memilih versi SQL Server yang akan kita gunakan sehingga kompatibilitas aplikasi atas fitur tidak akan terganggu.
  3. SQL Managed Instance
  4. Layanan ini memberikan kita kenali penuh sampai tingkat Instance SQL Server. Cocok jika kita membutuhkan kendali pada instance sql server sehingga kita bisa memanfaatkan hampir semua fitur SQL Server di cloud. Dalam standar industri, layanan ini masuk kategori Platform as a Service (PaaS).
  5. SQL Database
  6. Merupakan Database Relational as a Service (DBaaS) yang masuk dalam kategori Platform as a Service (PaaS). Layanan ini hanya memberikan kita akses pada level database saja. Hal ini cocok jika kita membutuhkan sistem database server hanya untuk penyimpanan dan pengolahan dalam satu database.

    Jika anda adalah pengembang aplikasi yang membutuhkan database yang selalu siap/online, dan tidak mau ribet dengan kerumitan perawatan dan infrastruktur maka layanan in sangat tepat. Namun kita punya akses penuh sampai level database engine. Kita juga dapat melakukan scaling atau meningkatkan kemampuan database tanpa harus menonaktifkan sistem dan tentunya kita mendapat fitur SQL Server kelas enterprise.
Gambar diatas menggambarkan perbandingan manajemen SQL Server on-promise dan SQL Azure.

Demikian pengenalan Azure SQL. Semoga bermanfaat.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar